Posted by Jurusan Kebidanan on 01-11-2012
Ingin Jadi Bidan yang Profesional

Menuntut ilmu di akademi kebidanan telah menjadi  cita-cita gadis bernama Mawaddah.  Kondisi riil di dunia kebidanan memunculkan tekad baginya untuk menjadi bidan yang profesional.. “Saya ingin jadi  bidan yang profesional, yakni  andal dan berkompeten.  Kita tak bisa main-main dengan profesi ini, karena  berhubungan langsung dengan nyawa seseorang,” kata mahasiswi Akademi Kebidanan Yayasan Harapan Bangsa Darusalam (YHBD)  Banda Aceh itu kepada Serambi, Kamis (4/10). 
 
Dalam belajar pun, kata Mawaddah, tidak bisa main-main. Butuh kedisiplinan tinggi,  sehingga   bisa lulus tepat waktu dengan hasil terbaik. “Tantangan di dunia kesehatan semakin lama semakin banyak. Itu sebab, kita tidak boleh  santai dalam belajar,” kata Mawaddah, yang meraih Indeks Prestasi 3,93 itu.   
  
Di luar kegiatan akademis, Mawaddah ternyata juga aktif di organisasi. Dia bahkan pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Prodi DIII Kebidanan (2010-2011). Dikatakan, banyak ilmu yang diperoleh selama aktif di organisasi. Dan itu semua akan bermanfaat baginya ketika terjun ke dunia kerja kelak.  “Organisasi itu memberikan banyak ilmu, mulai dari belajar cara berkomunikasi, hingga soal kepemimpinan” kata mahasiswi semester VI ini.
 
Namun, Mawaddah mengingatkan bahwa butuh kedisiplinan dan pembagian waktu yang jelas, sehingga organisasi tidak sampai mengorbankan kuliah. Dalam praktiknya, kata dia, banyak mahasiswa yang mengorbankan kuliah demi organisasi. 
  
Di tempat dirinya menuntut ilmu, waktu untuk berorganisasi dan perkuliahan lebih mudah diatur, karena jam belajar  sampai pukul 16.00 WIB setiap hari. Setelah kuliah selesai, waktu yang tersisa bisa digunakan untuk aktivitas organisasi.  Saat ditanya bagaimana strategi dirinya belajar sehingga bisa meraih IPK  hampir 4,0, Mawaddah  tersenyum. “Yang penting, belajar itu dicicil. Artinya, harus belajar setiap hari. Jangan belajar hanya ketika mendekati ujian,” kata Mawaddah. (sak)