Berita

Posted by Jurusan Kebidanan on 20-12-2012


Peran para bidan sangat penting artinya bagi kesehatan masyarakat. Data Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyebutkan, setidaknya 60 persen bayi di Indonesia dilahirkan melalui jasa bidan. Persalinan melalui jasa dokter kandungan hanya sekitar 5 (lima) persen saja, dan sisanya masih menggunakan jasa non-medis. Sayangnya, tugas bidan saat ini masih mengalami banyak kendala di lapangan, terutama untuk para bidan di daerah tertinggal. Menurut Sekretaris Jenderal IBI Yetty Leoni M. Irawan kendala yang dihadapi oleh para bidan di daerah tertinggal sangat beragam, mulai dari masalah minimnya sarana dan prasarana, faktor sosial budaya masyarakat, hingga kondisi geografis. "Budaya masyarakat yang lebih memercayakan tenaga non-medis untuk persalinan :: Read More

Posted by Jurusan Kebidanan on 12-11-2012


Dalam upaya mempercepat penurunan AKI dan AKN tersebut, pada tanggal 26 Januari 2012 Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Ratna Rosita, MPHM telah meluncurkan program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS). Program EMAS merupakan program hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan lembaga donor USAID, yang bertujuan untuk menurunkan AKI dan AKN di Indonesia sebesar 25%. Untuk mencapai target tersebut, program EMAS akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten dengan jumlah kematian yang besar, yaitu Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, dimana pada tahun pertama akan dilaksanakan pada 10 kabupaten.   Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena berdasarkan :: Read More

Posted by Jurusan Kebidanan on 01-11-2012


Program Akademi Andalan diharapkan dapat membantu menciptakan calon bidan yang berkualitas, yang antara lain bisa meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi di Indonesia.DKT Indonesia memberikan beasiswa bagi para mahasiswi kebidanan berprestasi, lewat penghargaan Program Akademi Andalan. Dalam program ini, DKT Indonesia akan memilih 18 mahasiswi untuk mendapatkan penghargaan pendidikan senilai US$ 1.000. DKT sendiri adalah organisasi nirlaba yang mempromosikan kesehatan reproduksi.Menurut Manager Program Keluarga Berencana (KB) Andalan, Aditya Putra, program ini bertujuan untuk memacu bidan yang berkualitas. "Program Akademi Andalan ini merupakan upaya DKT untuk membantu menciptakan tenaga bidan yang berkualitas dan profesional," ujar Aditya, Jumat (3/2).Sementara, Country Director DKT Indonesia, Todd :: Read More

Posted by Jurusan Kebidanan on 01-11-2012


Menuntut ilmu di akademi kebidanan telah menjadi  cita-cita gadis bernama Mawaddah.  Kondisi riil di dunia kebidanan memunculkan tekad baginya untuk menjadi bidan yang profesional.. “Saya ingin jadi  bidan yang profesional, yakni  andal dan berkompeten.  Kita tak bisa main-main dengan profesi ini, karena  berhubungan langsung dengan nyawa seseorang,” kata mahasiswi Akademi Kebidanan Yayasan Harapan Bangsa Darusalam (YHBD)  Banda Aceh itu kepada Serambi, Kamis (4/10).    Dalam belajar pun, kata Mawaddah, tidak bisa main-main. Butuh kedisiplinan tinggi,  sehingga   bisa lulus tepat waktu dengan hasil terbaik. “Tantangan di dunia kesehatan semakin lama semakin banyak. Itu sebab, kita tidak boleh  santai dalam belajar,” kata Mawaddah, :: Read More

Posted by Jurusan Kebidanan on 01-11-2012


Hari ini Ikatan Bidan Indonesia  ( IBI ) merayakan ulangtahun organisasi  yang ke 61. Tepat tanggal 24 Juni 1951 Oraganisasi IBI berdiri. Syukur pada Allah yang telah menyertai perjalanan panjang para bidan selama 61 tahun mengabdi pada masyarakat, khususnya ibu dan bayi.   IBI bergabung dengan organisasi  bidan Internasional sejak tahun 1956, yakni Confederation Of Midwifes ( ICM ). Anggota IBI hingga saat ini berjumlah 125. 382 bidan. Informasi terbaru dari  Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia  Dr Harni Koesno,  MKM dalam sambutan tertulisnya tentang distribusi anggota IBI yakni :   Bekerja Di Rumah sakit Swasta : 37.368 bidan RB, RSIA, RSAB  :  17.133 bidan Bekerja di :: Read More