Posted by Admin Pelatihan Dosen Keperawatan on 19-11-2012

Penyebaran 8 Penyakit Berbahaya Menurun
Tanggal: Monday, 09 January 2012
Topik: HIV/AIDS

Sindo, 06 Januari 2012

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim delapan penyakit dengan kasus tertinggi di Indonesia mengalami penurunan jumlah kasus pada 2011 dibandingkan pada 2010. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan, beberapa penyakit yang mengalami penurunan kasus tersebut di antaranya demam berdarah dengue (DBD), cikungunya, malaria, rabies, filariasis, campak, diare, dan HIV/AIDS. “Untuk demam berdarah pada 2011 tercatat sejumlah 49.868 kasus dengan indeks rasio (IR) 21/100.000 penduduk.

Jumlah ini menurun cukup jauh yakni 66,43% jika dibandingkan pada 2010 di mana terdapat 148.560 kasus dengan IR 62.5/100.000 penduduk,”kata dia saat diwawancarai wartawan di Jakarta kemarin. Dia mengungkapkan,angka kematian akibat DBD hanya terdapat sedikit penurunan yakni pada 2010 sebesar 0,87%, sedangkan pada 2011 sebesar 0,80%. Penurunan kasus juga terlihat pada penyakit cikungunya.

Pada 2011 tercatat ada 2.242 kasus, sedangkan pada 2010 tercatat 53.899 kasus , terdapat penurunan sebesar 96% Pada kasus malaria, annual parasite incidence (API) pada 2011 sebesar 1.75/1.000 penduduk. Jumlah ini menurun dari API pada 2010 sebesar 1.96/1.000 penduduk. Ditambah lagi angka kegiatan konfirmasi malaria (pemeriksaan sediaan darah) meningkat dari 62% pada 2010 menjadi 92% pada 2011. “Untuk rabies pada 2010 kasus gigitan anjing ada 78.203 kasus, sedangkan pada 2011 ada 73.296 kasus.

Dengan demikian, penurunan sebesar 6,7%.Yang penting juga adalah kasus gigitan anjing di Bali telah turun dari 67.021 kasus pada 2010 menjadi 51.389 kasus pada 2011,”imbuhnya. Sementara kasus penyakit filariasis,Kemenkes telah melakukan pemberian obat massal pencegahan (POMP) filariasis di sembilan kabupaten/ kota dengan hasil prevalensi kurang dari 1% (0 - 0,25%).

Sedangkan jumlah kasus campak pada 2010 sebanyak 17.139 kasus dan jumlahnya menurun 32% menjadi 11.704 kasus pada 2011. Ada juga penurunan pada kasus penyakit diare, pada 2011 jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) sekitar 3.003 kasus dengan case fatality rate (CFR) 0,40%.Angka ini menurun 28,56% dari data 2010 yang jumlah kasusnya 4.204 dengan CFR 1,74%. Sedangkan untuk penyakit mematikan HIV/AIDS,

Tjandra mengutarakan, ada penurunan kematian AIDS sebesar 70,4% dari 777 kasus pada 2010 menjadi 230 kasus pada 2011. Data ini diperoleh hingga September 2011.Jika berdasarkan CFR, terjadi penurunan CFR dari 3,7% menjadi 1%. “Jumlah kejadian seluruh KLB yang tercatat pada kami tahun 2010 ada 1.664 kejadian. Ini menurun 35% menjadi 1.072 kejadian pada 2011. Jumlah kasus dalam KLB menurun 23% dari 31.676 kasus pada 2010 menjadi24.680kasuspada2011.

Jumlah kematian dalam KLB juga menurun 34% dari 324 kematian pada 2010 menjadi 211 pada 2011,”tuturnya. Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati mengungkapkan, keberhasilan Kemenkes menurunkan jumlah kasus penyakit di Indonesia secara nasional tidak bisa dijadikan tolok ukur. Saat ini ada sistem penanganan kesehatan yang sifatnya desentraliasasi di daerah.

Dia menyampaikan, Kemenkes seharusnya memaparkan secara detail di daerah mana sensus itu dilakukan.Kalau memang secara nasional berhasil menurunkan jumlah kasus penyakit,menurut dia,perlu diperkuat data hasil sensus badan statistik yang lain. “Dengan sistem desentralisasi seperti sekarang, agak sulit mengatakan secara nasional jumlah kasus penyakit menurun,” tegasnya. radi saputro

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com