Berita

Posted by Admin Keperawatan on 01-11-2012


Tahun 2010 lalu seorang perawat di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bernama Misran diseret ke kursi pesakitan dan akhirnya dinyatakan bersalah karena memberikan obat keras pada masyarakat.“Kasus misran menjadi salah satu gambaran kenapa RUU Keperawatan harus segera disahkan agar dapat menetapkan standar pelayanan kepada perawat di Indonesia yang mencapai sekitar 624.000 orang menurut data Kemenkes,” ujar Anggota Komisi IX Herlini Amran di Gedung DPR, Senin (18/06).Lebih lanjut legislator FPKS ini mengatakan bahwa kasus Misran tersebut merupakan sebagian kecil dari masalah yang dialami oleh perawat dimanapun perawat berada sebagai rasa tanggung jawab sebagai perawat yang ingin memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, namun :: Read More

Posted by Admin Keperawatan on 01-11-2012


Penerbitan Undang-Undang tentang keperawatan dinilai sudah sangat mendesak, pasalnya beberapa problematika kesehatan di tanah air bergantung pada pengesahan RUU tersebut oleh DPR.“Masalah yang krusial soal pelayanan kesehatan kita masih seputar kualitas tenaga kesehatan, jumlah, serta sebarannya yang tidak merata di tanah air,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi dalam kunjungannya ke daerah, Minggu (15/4).Masih rendahnya indeks kesehatan Indonesia, bahkan bila dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, antara lain disebabkan tak meratanya bentuk pelayanan kesehatan. Sebaran tenaga kesehatan, terutama perawat sangat tak merata. “Masyarakat mendapat dampak langsung dari minimnya tenaga kesehatan di daerah, baik dari jumlah maupun kualitas,” kata Zuber.Selain :: Read More

Posted by Admin Keperawatan on 01-11-2012


Perawat di Indonesia, jumlahnya paling banyak bila dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya, sehingga perannya menjadi penentu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, ujar dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemkes pada temu media di Jakarta tanggal 6 Mei 2011.“Di era globalisasi dampaknya sangat besar, karena itu para perawat harus dapat bersaing secara profesional. Hal itu bisa dicapai, bila para perawat terus meningkatkan profesionalisme melalui pendidikan dan pelatihan”, ujar Dirjen BUK. Diakui oleh Dirjen BUK bahwa, sebagian besar atau 80 persen perawat yang bekerja di rumah sakit vertikal berpendidikan Diploma III, Diploma :: Read More

Posted by Admin Keperawatan on 21-10-2012


E-library yang merupakan tekologi terbaru dalam ajar mengajar dapat menjadikan kegiatan kepustakaan lebih terstruktur :: Read More

Posted by Admin Keperawatan on 21-10-2012


Kegiatan di asrama dapat menjadikan sebuah hal yang positif dan selalu membangun :: Read More