Posted by : Mas Tedi on 01-11-2012
Perawat Gigi Perlu Pahami Psikologi Anak

Keberhasilan perawatan gigi anak bukan hanya terletak pada teknologi penyembuhan yang digunakan. Perawat perlu memahami psikologi anak, sehingga proses perawatan lancar dan si anak tidak merasa takut saat perawatan selanjutnya.
 
Ketua DPD Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) Jawa Tengah, Bedjo Santoso SSiT MKes, mengatakan merawat gigi anak memang perlu perlakuan khusus. Lantaran si anak belum paham akan kesehatan gigi. Apalagi saat melihat peralatan-peralatan yang digunakan kebanyakan berbentuk tajam. Seperti excavator untuk membersihkan kotoran di dalam karies (lubang) gigi dan sonde untuk mendeteksi adanya karies.
"Anak-anak bisanya takut dengan benda tajam. Apalagi sudah dimsaukkan ke mulut. Belum lagi suara bor gigi yang juga dianggap menakutkan," kata Bedjo di sela-sela seminar nasional dalam rangka Ulang Tahun PPGI Jateng di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (15/9).
 
Komunikasi dengan pasien anak juga sangat penting. Perawat bisa meyakinkan si anak jika perawatan gigi tidak sakit. Di sisi lain, si anak juga diberikan pengertian untuk merawat gigi yang benar.
 
Kebiasaan buruk jarang gosok gigi adalah penyebab utama penyebab sakit. Sementara sakit lantaran faktor makanan manis bisa diatasi dengan gosok secara rutin.
Selain seminar, rangkaian kegiatan lain untuk memperingati ulang tahunnya ke- 15 adalah menyelenggarakan bhakti sosial. Kegiatan akan dilaksanakan di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang pada 6 Oktober mendatang.
 
Salah satu nara sumber yang dihadirkan dalam seminar adalah Drg Dhanni Gustiana. Dokter gigi lulusan Universitas Jember yang menemukan bor gigi dengan menggunakan musik. Menurutnya, menghilangkan suara desingan bor sangat penting, karena masuk dalam hal yang ditakuti saat orang periksa ke dokter gigi.
 
"Hal yang paling ditakuti adalah disuntik, melihat jarum suntik, mendengar suara bor dan saat di bor giginya. Suara malah lebih ditakuti daripada saat di bor. Maka desingan diredam dan diganti dengan musik," kata Dhanni.