Posted by Admin Keperawatan Gigi on 01-11-2012
62,9 Persen Warga Aceh Alami Gigi Berlubang

Banda Aceh, (Analisa). Penyakit gigi berlubang menjadi sorotan dalam kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2012, karena saat ini masih menjadi salah satu penyakit yang sering dialamianak-anak maupun orang dewasa. Di Provinsi Aceh, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 tercatat 62,9 persen penduduk mengalami karies gigi.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Dr drg Zaura Rini Anggraeni, MDS mengungkapkan, hal ini harus segera diatasi karena jika terus dibiarkan penyakit gigi dan mulut dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius yang akhirnya merambah ke organ tubuh lainnya. 

Dikatakan, gigi berlubang menjadi salah satu fokus utama BKGN 2012, karena masih banyak dikeluhkan baik oleh anak-anak maupun dewasa dan tidak bisa dibiarkan hingga parah karena akan mempengaruhi kualitas hidup yang menyebabkan risiko tinggi untuk dirawat di rumah sakit serta berkurangnya waktu belajar di sekolah. 

Di Indonesia, sakit gigi berakibat seseorang kehilangan waktu kerja atau sekolah rata-rata 4 hari setiap bulan dan hal ini juga terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat dengan catatan lebih dari 51 juta jam sekolah warganya hilang setiap tahun dikarenakan penyakit gigi dan mulut.

"Permasalahan gigi hampir mencapai 94 persen dialami anak-anak," ujar drg Zaura Rini kepada wartawan, Kamis (18/10) usai peringatan BKGN 2012 di RSGMP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Hal ini, tentunya sangat disayangkan karena selain bisa mengakibatkan rasa sakit dan menyebabkan penyakit di bagian tubuh lain, gigi berlubang yang tidak diobati akan memberikan dampak fisik dan psikologis selama masa pertumbuhan anak, termasuk dalam berpenampilan, cara berbicara dan bersosialisasi.

Sementara drg Ratu Mirah Afifah GCClindent,MDSc, Professional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia, Tbk mengungkapkan, BKGN merupakan salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan diri ke dokter gigi serta menjalani kebiasaan baik menyikat gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur untuk mewujudkan; "Senyum Sehat Indonesia".
 
"Kami sangat senang dengan adanya partisipasi perdana dari Universitas Syiah Kuala yang dapat memperluas jangkauan kampanye ini hingga ke seluruh wilayah Aceh," ujar Ratu.

Rangkul Partisipasi

Dikatakan, dengan bergabungnya Unsyiah menandakan BKGN ingin merangkul partisipasi lebih luas di daerah lain wilayah Indonesia. Hadirnya BKGN di Aceh berperan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut mereka.

Dalam rangkaian kegiatan BKGN tahun ini, PDGI Cabang Aceh dan FKG Unsyiah berkomitmen membangun kesehatan gigi dan mulut, sebagai tempat untuk memperoleh edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut sekaligus perawatan berkualitas dan terjangkau.

Ketua Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala, drg Zaki Mubarak mengatakan, semua yang terlibat disini mempunyai semangat yang sama turut serta mengedukasi masyarakat di Aceh untuk paham dan peduli bahwa kesehatan gigi dan mulut terkait erat dengan kualitas hidup.

BKGN 2012 di RSGMP Unsyiahy akan dilaksanakan 18-20 Oktober 2012 dengan melibatkan tenaga kesehatan gigi sebanyak 33 dokter gigi yang didampingi sekitar 56 mahasiswa kedokteran gigi dan 8 perawat gigi. 

Di kesempatan ini, masyarakat akan mendapatkan pelayanan berupa penambalan sederhana, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi dan perawatan pencegahan gigi berlubang. (irn)